Kemiri, 10 September 2026 – SMA Negeri 4 Purworejo sukses menyelenggarakan Perkemahan Alih Golongan (PAG) dari tingkat Pramuka Penggalang menuju Pramuka Penegak pada Kamis–Jumat, 10–11 September 2026. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X tersebut berlangsung meriah, penuh semangat, dan menjadi momentum penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan PAG secara resmi dibuka pada Kamis pagi (10/9) melalui upacara pembukaan yang dilaksanakan di lapangan besar SMA Negeri 4 Purworejo. Kepala SMA Negeri 4 Purworejo, Ibu Erna Umu Nurlaela, S.Pd., M.Eng., bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya, Ibu Erna Umu Nurlaela menyampaikan bahwa kegiatan Alih Golongan bukan sekadar proses perpindahan tingkatan dalam kepramukaan, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembinaan karakter peserta didik.
Peralihan dari Pramuka Penggalang menuju Penegak diharapkan mampu membentuk pribadi yang semakin mandiri, tangguh, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu bekerja sama dengan orang lain. Nilai-nilai Dasadarma Pramuka juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perkemahan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Melalui Perkemahan Alih Golongan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya mengalami perpindahan status kepramukaan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu bekerja sama dalam tim,” tutur beliau.
Usai upacara pembukaan, peserta melanjutkan kegiatan dengan mendirikan tenda secara bergotong royong. Kegiatan kemudian diisi dengan berbagai aktivitas yang mengembangkan ketangkasan, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan bekerja sama, antara lain wide game atau penjelajahan, lomba memasak antarsangga, pentas seni, serta penilaian kebersihan dan kerapian tenda.
Wide Game sebagai Kegiatan Kokurikuler
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian penting dalam rangkaian PAG adalah wide game. Kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai permainan atau aktivitas rekreatif, tetapi juga dikembangkan sebagai kegiatan kokurikuler yang memberikan pengalaman belajar secara kontekstual di luar pembelajaran intrakurikuler di kelas.
Melalui wide game, peserta didik diajak menyelesaikan berbagai misi secara berkelompok. Salah satu pos yang harus diselesaikan adalah Pos 3 – Misi Pengetahuan Umum dengan tema Scout Knowledge Challenge. Kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan wawasan pengetahuan umum sekaligus melatih kerja sama, komunikasi, ketelitian, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab sebagai anggota Pramuka Penegak.
Dalam pelaksanaannya, setiap sangga harus bekerja sama menyelesaikan sejumlah tantangan. Peserta tidak diperkenankan menggunakan telepon seluler atau internet sehingga mereka dituntut untuk mengandalkan pengetahuan, komunikasi, dan kemampuan berpikir bersama. Setiap anggota regu juga diwajibkan berkontribusi dalam penyelesaian misi.
Misi yang diberikan cukup beragam. Peserta harus menyelesaikan tantangan cepat tepat yang berkaitan dengan pengetahuan umum dan kepramukaan, tebak tokoh dan simbol, berbagai bentuk sandi, serta permainan benar atau salah yang menguji kemampuan berpikir kritis dan ketelitian. Selain itu, peserta juga menghadapi tantangan regu, yaitu menjawab pertanyaan dalam waktu 60 detik melalui diskusi bersama.
Salah satu tantangan mengajak peserta menentukan tindakan yang tepat dan berurutan apabila terjadi gempa bumi ketika berada di dalam ruang kelas. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan situasi nyata serta melatih ketepatan, keruntutan berpikir, dan kerja sama.
Dengan demikian, wide game menjadi wahana pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter. Peserta didik tidak hanya dituntut mengetahui jawaban, tetapi juga belajar bagaimana berkomunikasi, berbagi tugas, mengambil keputusan, menghargai pendapat anggota kelompok, dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama.
Refleksi dan Penguatan Karakter
Penguatan aspek kokurikuler juga tampak melalui kegiatan refleksi setelah peserta menyelesaikan berbagai misi. Peserta didik diajak mengidentifikasi pengetahuan baru yang diperoleh, hal-hal yang membantu keberhasilan regu, serta nilai karakter yang paling mereka rasakan selama kegiatan.
Nilai karakter yang direfleksikan meliputi disiplin, tanggung jawab, gotong royong, bernalar kritis, mandiri, dan komunikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PAG dirancang tidak hanya berorientasi pada hasil atau perolehan skor, tetapi juga pada proses pengalaman belajar peserta didik.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman belajar dapat berlangsung secara menyenangkan melalui aktivitas di luar kelas. Pembelajaran dikemas dalam bentuk tantangan yang mendorong peserta didik untuk aktif bergerak, berpikir, berdiskusi, berkolaborasi, dan melakukan refleksi terhadap pengalaman yang mereka peroleh.
Rangkaian Perkemahan Alih Golongan akhirnya ditutup pada Jumat siang (11/9) oleh Ibu Erna Umu Nurlaela, S.Pd., M.Eng. Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, seluruh siswa kelas X resmi dilantik menjadi Pramuka Penegak.
Melalui kegiatan PAG yang dipadukan dengan aktivitas kokurikuler, SMA Negeri 4 Purworejo terus berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang utuh bagi peserta didik. Perkemahan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenalkan dan menguatkan nilai-nilai kepramukaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kemandirian, gotong royong, kepemimpinan, kemampuan bernalar, komunikasi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan semangat tersebut, para peserta didik diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama PAG ke dalam kehidupan sekolah, keluarga, dan masyarakat serta menjadi Pramuka Penegak yang berkarakter, tangguh, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.


Komentar
Posting Komentar